Jumat, 14 Mei 2010

Penampilanku Dicurigai

Sekedar sharing pengalamanku...

Aku sampai emosi ketika kejadian itu... Bener-bener ! Ga nyaman rasanya.
Tepatnya tanggal 13 Juni lalu, aku, Bapak, Ibu, & Eyangku nonton Robin Hood di Empire. Saat itu, aku memakai rok, baju lengan panjang, & kerudung Paris. Aku menikmati film itu (ga seluruhnya karena ada adegan yang seharusnya ga kutonton), tapi aku ga menikmati keramahan si penjaga pintu keluar theater.

Ini dari sudut pandangku. Aku merasa dia melihatku. Awalnya, ga jelas itu benar atau nggak. Aku balik lihat mas itu. Ternyata,,, tatapannya ga enak ! Aku merasa dicurigai. Memang jarang wanita yang berbusana seperti aku saat itu, atau mungkin malah hanya aku. Aku sadar, penampilanku adalah pencerminan "akhwat" : rok panjang, baju longgar,, kerudung besar (tapi kerudungku ga besar-besar amat menurutku).

Sebelum kejadian itu, aku juga pernah dilihat dengan tatapan curiga di sebuah hotel di Jakarta. Seingetku, itu setelah sarapan di restoran. Aku pakai pakaian serupa. Aku mikir. Itu hotel memang bagus, tapi orang-orangnya kurang ramah, malah ada yang mencerminkan sikap bukan sebagai petugas hotel yang ramah, seperti yang aku ceritakan tadi.

Yaa, aku kecewa dengan sikap beberapa orang Indonesia seperti itu. Aneh juga. Ini kan negara dengan populasi Islam terbesar. Tentu saja, banyak orang yang berkerudung, tapi kok masih ada orang yang seperti itu ! Ga ada yang sempurna. Ga ada yang menjamin, sekalipun di negara Islam sendiri dengan hukum Islam, orang-orangnya pasti benar-benar Islam. Alhamdulillah, itu hanya beberapa orang (amiin). Di jalan, mall, tempat-tempat umum yang lainnya, aku belum pernah merasa diperlakukan dengan hal yang serupa. Menurutku, itu karena lebih banyak akhwat-akhwat yang berkeliaran di tempat yang lebih terbuka.

Memang aku kecewa + jengkel dengan sikap mereka, tapi aku nggak kecewa dengan prinsip yang aku pegang. Aku nggak kapok berpakaian seperti itu. Masa hanya karena perlakuan nggak enak, apalagi caru satu dua, aku berubah. Nggak lah !

Kalau menurut pembaca, bagaimana ? Kasih komentar yaa,, makasih sebelumnya !

8 komentar:

Yoedhis mengatakan...

iya riz terkadang ada penjaga" gtu yg kurang ramah

Yoga Perdana Putra mengatakan...

ya, sejak lama aku sudah curiga...
ternyataaaa... kamu adalah... rizka!!

Anonim mengatakan...

sudah fn, tak apo. cuek sahajalah! anggap saja penjaganya tersepona melihatmu :p

apalah arti tatapan seorang 'penjaga' fn? ;)

Miftah mengatakan...

@Yoga : hubungannya sama judulnya apa yog? ==

@Rizka : santee aja riz, ga apa, kamu yang bener kok hoho

RIZKA mengatakan...

@ Yudhis : setuju !! Mereka harusnya dilatih supaya jadi org ramah tpi ga terlihat gampang curigaan
@Yoga : Ga nyambung yog... maksudmu apa ee ?
@ Lina : bedaaa jauhhh lah.. Cih, kayak gitu kok dibilang "terpesona". Aku mlh ga nyaman kl diliat dgn tatapan "terpesona", apalagi nek berlebihan.
@ Miftah : Yaa mif,, aku merasa benar ! Ga ada larangan yaa di bioskop kalo ga boleh pake pakaian yg aku pake..

@ all : Makasih yaa atas supportnya :D

ronamentari mengatakan...

ihh nyebelin riz emang. Makanya aku seneng bgt ma film My name is khan. Because islam is not a terrorist . Smoga mrka pada nyadar, trutama org indonesianya sendiri

Hasna mengatakan...

Screw them!! Derajat manusia diukur dari ketaqwaan, bukan penampilan. Tips: lain kali laporin ke supervisor langsung, complain kamu gak nyaman. Toh, kita konsumen berhak menuntut yang jadi hak kita kan? Tugas mereka sebagai petugas juga untuk melayani konsumen dengan baik :)

RIZKA mengatakan...

@ Rona : Aku belum nonton filmnya ee. Kok denger temanya dah menarik. Yaa,, kebanyakan orang memandang orang dari tampak luarnya (termasuk aku, tapi ga 100%). Itu yang buat orang-orang gampang nge-cap orang baik/buruk.

@Hasna : Not that fast. Aku ga segitunya sih kl menyikapi. Ga sampe protes. Selain krn aku ga berani, aku juga ga mau jadi perhatian, pembicaraan, ato lebih parahnya lagi issue unik : "Seorang wanita berjilbab protes pihak Empire". hmmm aku bakal terkenal karena itu ! wow...