Kamis, 11 Desember 2008

Mengantuk dapat mematikan emosi ?

Ketika ku mengantuk, ku tak tau tentang emosiku.
Marah, sedih, gambira, kecewa, takut, tak bisa kuolah dengan baik.
Di pikiranku, hanya ingin masuk ke dunia yang sudah menantiku,
dunia mimpi ! Di situlah seharusnya aku berada saat itu.
Selamat tinggal emosi (untuk sementara)

Ketika aku mengabaikan kantukku,
semakin lama semakin hilang.
Emosi bisa kembali lagi ke diriku, aku menjadi normal, seperti biasanya.
Aku tau, aku harus apa.
Jika situasi memaksaku untuk senang, aku akan senang.
Sebaliknya, jika situasi memaksaku untuk marah, aku akan marah.
Itu sudah berjalan sendiri tanpa harus kupikirkan.
Selamat datang kembali emosi...

1 komentar:

Ncy.. mengatakan...

aloo riz..
hahay, tak sngaja menemukan blog mu..
ni, aku ksh komen.. hho.
mari ber-blog ria!!